Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki suatu kepercayaan diri yang kuat.
Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai?
Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak
lebih tumpul dari ujung pena yang patah.
Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas.
Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes air di samudera ilmu.
Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan seringkali tak
mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang patut kita
percayai?
Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping- keping seperti itu.
Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri.
Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas.
Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalam lah yang mampu merengkuh menyatukan kita.
Diri itulah yang patutnya kita percayai, karena ia mampu menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi kita
Maka saya menyarankan bila ingin lakukan sesuatu, maka segera
bertindak, lakukan yang ingin dilakukan, baik yang dilakukan berhasil
atau tidak, itu akan menjadi pengalaman tersendiri buat kita. bila
berhasil kita akan mendapat pengalaman yang menyenangkan. Bila gagal hal
itu akan menjadi pengalaman yang akan menjadi pelajaran buat kita untuk
diperbaiki.
Kita juga perlu membangun pemikiran positif tentang apa yang akan
kita lakukan, Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada
diri Anda dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus
mengarah ke hal yang ingin anda lakukan. Sahabat dalam melakukan sesuatu
jangan takut untuk gagal, takut ditertawai orang, di pandang negatif,
atau hal-hal yang menyeramkan mengenai kegagalan, Karena dalam banyak
contoh dalam perbincangan dengan sahabat, ketakutan akan Kegagalan telah
mengahalangi begitu banyak orang untuk mencoba, sehingga mereka mundur
sebelum mencoba, berbuat atau meraih keberhasilan sebab mereka tidak
mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian
orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal
ini telah menguasai pikiran mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari
mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah
sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya
diri dan penuh keraguan.
Tetapi keberhasilan tidak akan pernah diraih bila kita tidak melalui
ketakutan akan kegagalan atau pun kegagalan yang pernah dialami untuk
diperbaiki. Jadi untuk melakukan sesatu hal maka lebih baik diawali
dengan perasaan optimis dan perasaan percaya diri. hanya berbagi
pengetahuan bahwa
Percaya diri dibangun oleh aspek rasional (positive thinking), aspek
emosional (positive feeling), dan psikologis serta fisiologis (positive
knowing). Ayo lakukan sesuatu, walau gagal tetapi kita bisa memperbaiki,
dari pada kita takut gagal dan anda tidak melakukan apapun, maka semua
berawal dari Percaya diri, dan tetap berfikiran positif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar